Aku......
28 tahun dan masih belum dewasa. Masih penuh dengan sifat egois dan mau menang sendiri. Merasa pada umur yang sudah dewasa dan memiliki pemikiran sendiri. Tapi mungkin aku salah, aku merasa sungguh belum dewasa. Terkadang perubahan di sekeliling kita tidak bisa begitu saja kita rasakan. Mungkin karena terlalu sering bersama jadi tidak memiliki space untuk melihat perubahan perubahan kecil pada orang di sekitar kita. Hari ini aku merasa sungguh tau, betapa tidak sabarannya aku, terutama terhadap kedua orang tua, well, Mama tentunya.
Mungkin aku lupa bahwa mama tidaklah muda lagi, tidak punya respon cepat seperti dulu.
Mungkin aku lupa bahwa bisa saja orangtua lebih sensitif saat usia mereka semakin senja.
Mungkin aku lupa bahwa aku hanya seorang anak kecil terus di depan mata orangtua.
Mungkin aku lupa mereka begitu pemaaf bahkan ketika aku menyakiti hati mereka.
Orang tua begitu hebat ya, bisa memaafkan, bisa sabar, bisa bijaksana.
Okey, mungkin aku harus memperbaikinya, selalu dan selalu ingat untuk bersikap tenang dan sabar pada orangtua.Segala hal dalam hidup bagiku selalu saling terkait, bersenyawa. Aku menjadi tau mungkin Tuhan belum memberikanku seseorang yang pantas menjadi pendamping, karena mungkin Tuhan tau aku belum pantas. Aku masih harus banyak berkaca pada diriku, tentang apa yang harus kuperbaiki.
Kepada: Papa dan Mama
Maaf dan Terima Kasih
Wonosobo, 22 April 2017 12.00 WIB



0 comments:
Posting Komentar