Kehilangan

by 23.35 0 comments
Pernahkah kamu merasa kehilangan?
Pernah kah sebagaian hatimu rasanya hilang..
Perasaan kehilangan bisa sampai ke ulu hatimu, bahkan sampai kamu tidak bisa berkata - kata lagi..
Aku pernah mengalami kehilangan, seperti kehilangan teman baik, pacar, dompet, bahkan hewan peliharaan..
tapi itu tak mengapa,, karena aku ingat itu hanyalah pemberian Tuhan yang sifatnya sementara, hanya "bondo ndonya" katanya.
Tapi kehilangan yang mencapai ulu hati bisa kamu rasakan ketika orang yang kamu sayangi meninggalkanmu untuk selamanya, misal orang tua, saudara atau teman. Pernah suatu kali aku merasakan kehilangan yang begitu besarnya, yaitu saat eyangku meninggal. Ada perasaan hilang yang sulit dikatakan, raga nya tak ada lagi, orang yang setiap pagi membelikanku nasi gudeg jogja untuk sarapan, dengan mengayuh sepeda perlahan, membuatkanku masakah sederhananya, yang selalu aku makan roti tawar sarapannya karena enak sekali, orang yang menjagaku dan kakak ku selama kami sekolah, yang membangunkan aku setiap pagi, yang selalu tidur saat aku pamitan ke sekolah dan menjawab sapaanku dengan kata ya, kata yang singkat saja karena beliau tidak banyak bicara padaku, orang yang menunjukkan padaku bahwa kasih sayang tidak lah hanya dalam berkata namun dalam perbuatan. Kini beliau tak ada lagi, namun kenangan bersama nya selalu tersimpan di hatiku.
Begitu beratnya kehilangan eyang,, namun mungkin tak sebesar rasa kehilangan temanku yang kehilangan ayah atau ibunya. Orang yang membesarkan mereka tanpa syarat dan berkorban selalu untuk kebahagiaan anaknya, yang selalu ngomel, atau selalu bertanya apa yang terjadi dalam hari2 anaknya. Seorang temanku bahkan kehilangan ayah ibunya di waktu yang hampir berdekatan. Aku tak bisa membayangkan bagaimana kehilangan yang dia rasakan, sangat sakit. Dia gadis yang ceria, namun di balik cerianya ada perasaan sepi yang dia rasakan, mungkin dia sering menangis ketika saat dia pulang bepergian tak ada lagi yang menyapanya, menanyainya atau memarahinya. Terlebih ketika dia merasakan sakit, tapi tak berdaya untuk mengeluh pada orang lain. Sepertiku yang sakit pasti mencari sosok mamaku, atau papaku, yang bisa dengan tulus merawatku. Hatiku jadi merasakan sakit kalau melihat dia. Tegarlah kawan, semua akan ditinggal dan kehilangan pada saat nya nanti, jadilah tangguh, kami teman mu selalu ada meski gak bisa menyembuhkan lukamu.

Tuhan terima kasih banyak, karena mengerti arti kehilangan, mengerti bahwa keberadaan begitu berharganya, kebersamaan itu mahal harganya. Bantulah saya untuk menjadi anak yang bersyukur dan menyayangi orang yang sangat mencintai saya tanpa syarat itu. Bantu saya untuk menjaga mereka dengan sabar, seperti mereka menjaga saya.
 Berikanlah saya cukup waktu untuk membahagiakan mereka.

bernadiabunda

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Posting Komentar