Mama pernah bilang, " mama ga tau dulu kamu pernah main kemana aja, nginep2 di rumah orang seenaknya, mama merasa terlambat mengarahkan dan melarang kamu sehingga kamu jadi liar". Kata kata ini membuatku sakit , mungkin ya kata banyak orang benar, ketika kamu melakukan satu saja kesalahan, orang lain kemudian akan menilai kamu jelek terus walau sebaik apapun perilaku mu berikutnya. Apa penilaian mama terhadapku seperti itu?. Apakah salah kalau sekarang aku selalu terbuka, ingin pergi kemana dan dengan siapa, semua dalam kendali orang tua.
Ma, umurku udah ga anak - anak lagi. Aku gak akan punya masa bermain bersama teman2 ku lagi seperti saat ini kalau aku sudah menikah, Apakah aku harus memanfaatkan masa mudaku dengan di rumah dan dikekang? Aku terbiasa mandiri dan sekarang dikekang rasanya itu sangat menyakitkan. Saya telah berusaha sebaik mungkin menjalani kehidupan yang normal, bekerja setiap hari bahkan ga pernah pergi. Apa aku salah Tuhan ketika aku tidak menurut?
Saya sungguh bersyukur karena memiliki orangtua yang masih peduli, mengingatkan saya tentang apa yang baik dan buruk tapi ini terlalu berlebihan. Semoga mama mengerti dan sadar semuanya udah beda ma, aku bukan anak SMA lagi.. saya gak bisa nyalahin keadaan masa lalu. Saya bahkan lupa bagaimana rasanya dulu, yang saya tahu saya sekarang punya kehidupan yang baik bersama orang tua saya. Saya lupa perasaan sakit hati atau apapun itu. Saya cuma ingin kehidupan saya seimbang antara bekerja, bersama teman2 dan tentunya dengan keluarga. Kalau mama begini saya merasa kehilangan waktu dan teman2, Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa kita beli bukan..:(



Hehe, I feel you. Sabar ya, dikasih tahu pelan-pelan. Atau seimbangkan antara main sama teman dan hang-out sama mama. Biasanya itu yang tak lakukan, biar mama merasa waktu yang kita kasih ke teman dan ke mama itu sama. Ini cuma dirasain mereka yang jauh dari ortu saat kecil dan baru bareng-bareng lagi setelah besar. :)
BalasHapusSabar Bunda, memang tak semudah yang kita harapkan. Tapi semua pasti indah pada akhirnya
BalasHapus